perawatan dan tips kendaraan

Just another WordPress.com weblog

  • RSS motorplus-online

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Merawat Motor 4 Tak

Ditulis oleh andriasdesign di/pada Juli 27, 2009

 

 KALAU motor sudah mulai rewel, paling nyebelinn! Padahal, biasanya kondisi itu terjadi akibat kita juga yang kurang merawat motor. Untuk menangani motor yang sering rewel ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

1.Cek Kondisi Oli

Oli mesin ini sangat penting peranannya untuk melumas komponen-komponen mesin, seperti setang seher, seher, dan ring seher, kruk as serta noken as atau setang klep Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Perawatan motor | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Menghindari Karburator Rusak

Ditulis oleh andriasdesign di/pada Juli 24, 2009

Saat Mesin Mati, Tanpa Sengaja kita Memainkan Bukaan Gas sampai berbunyi, Cetok, cetok. Padahal hal ini bisa berbahaya lo Bro. Venturi Karburator bias dekok atau penyok akibat tekanan dari per skep karburator, apalagi kalo nyetak gasnya di lakukan terus terusan.

Akibat venture cekung, otomatis arus udara yang masuk ke lubang venture juga jadi kacau, ujung – ujungnya, bensin boros dan tenaga sontoloyo.

Supaya venturi tetep seperti sedikala dan bias awet, jangan lagi maenan handle gas waktu mesin mati, apalagi ampe bunyi cetok cetok .

Ditulis dalam Perawatan motor | Bertanda: | Leave a Comment »

Tips Irit Bensin

Ditulis oleh andriasdesign di/pada Juli 24, 2009

1. Hindarkan menggeber gas pada saat motor dalam kondisi stationer. contohnya ketika berhenti di lampu merah. Karena setiap gas ditarik, jarum skep di karburator bakal naik dan bensin disemprotkan dari ruang pelampung. Jadi motor tidak bergerak tapi bensin sudah terpakai Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Perawatan motor | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Mencocokan Oli dengan Karakter Mesin

Ditulis oleh andriasdesign di/pada Juli 24, 2009

Ketika saat mesin bekerja, gesekan terjadi berulang-ulang antar komponen
mesin. Hal ini dapat mengakibatkan keausan pada bagian permukaannya.
Oli pelumas akan membuat permukaan menjadi licin, sehingga gesekan
langsung antar komponen mesin tersebut dapat dihindari. Besarnya gesekan
bisa menyebabkan mesin mengalami over heat hingga macet atau
menyebabkan kerusakan pada silinder dan piston, seperti ketidakberesan
pompa oli, kebocoran pada saluran oli, dan bisa juga karena faktor
salah pemakaian jenis oli itu sendiri. Oleh karena itu, ada baiknya
mengikuti tips seperti disampaikan mobilmotor.co.id, berikut ini,
untuk menggunakan oli pelumas.

* Jenis Oli (Pelumas)
Berdasarkan bahan bakunya ada 3 jenis oli yang beredar di pasar,
yakni mineral, semi sintetis, dan sintetis. Pelumas mineral, material
dasarnya adalah minyak bumi yang diolah menjadi minyak pelumas. Jika
kemudian hasil olahan tersebut ditambah dengan bahan sintetis lain
untuk mencapai standard mutu yang lebih baik, maka produknya disebut
dengan pelumas semi sintetis. Kualitas lebih tinggi lagi disebut
pelumas sintetis.

* Standar Kekentalan Oli
Oli dapat diklasfikasikan dari viskositas atau tingkat kekentalannya.
Dalam kemasan oli, biasanya ditemukan kode huruf dan angka yang
memperlihatkan hal itu. Contohnya SAE 40, SAE 50, SAE 90, dan
seterusnya. SAE singkatan dari Society of Automotive Engineer atau
Ikatan Ahli Teknik Otomotif, yang menetapkan standar kekentalan pada
suhu 100 oC. Angka di belakangnya menginformasikan tingkat kekentalannya.

Kode angka multi grade seperti 10W-50 merupakan kekentalan yang bisa
berubah-ubah sesuai suhu di sekitarnya. Huruf W di belakang angka 10
adalah singkatan Winter (musim dingin). Jadi pelumas tersebut artinya
mempunyai tingkat kekentalan yang setara dengan SAE 10 (di udara
dingin), tapi ketika udara panas kekentalannya sama dengan SAE 50.

* Klasifikasi Mutu Oli
Klasifikasi mutu minyak pelumas ditentukan oleh API (American
Petroleum Institute).Klasifikasi mutu sebuah oli ditandai pada
kemasannya dengan kode huruf, ada dua bagian yang dipisahkan
dengan garis miring, misal API Service SG/CD, SH+/CE+, dan sebagainya.
Kode dengan huruf S adalah kependekan dari service (atau spark yang
berarti percikan api), adalah spesifikasi pemakaian oli untuk mesin
bensin. Sedangkan huruf C adalah kependekan dari commerce (atau
compressions karena pembakaran terjadi pada tekanan udara yang lebih
tinggi), adalah spesifikasi pemakaian oli untuk mesin diesel. Kemudian
untuk huruf kedua pada kode adalah tingkatan mutunya sesuai dengan
urutan huruf alphabet. Semakin mendekati huruf Z, maka semakin tinggi pula
atau baik mutunya.

* Pilih Yang Tepat dan Berkualitas
Ikuti petunjuk buku petunjuk manual kendaraan yang kita pakai. Jika
disarankan menggunakan SAE 20W-50, maka jangan membeli oli dengan
standar viskositas yang berbeda. Apalagi karena alasan lebih murah dan
sebagainya. Sebab kinerja dan karakter mesin memerlukan spesifikasi
oli tersendiri, Semoga bermanfaat.

Ditulis dalam Oli Motor | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Tip merawat kendaraan sepeda motor

Ditulis oleh andriasdesign di/pada Juli 24, 2009

Setiap pengguna sepeda motor pasti berharap bisa mengendarai motor kesayangannya untuk jangka waktu yang panjang. Untuk itu pemilik sepeda motor wajib memperhatikan perawatan mesin karena kondisi mesin sepeda motor anda bergantung pada pemeliharaan dan kebiasaan pemiliknya dalam mengendarai. jadi, tak ada salahnya Anda cermati tips dan trik yang saya kutip, tentang merawat mesin sepeda motor berikut :

 

Tanda-tanda kerusakan

Pada umumnya, setiap kerusakan pasti ada tanda-tandanya terlebih dahulu kecuali jika terjadi hal-hal yang menyimpang misalnya kecelakaan. Untuk mengantisipsinya maka perhatikan apabila ada gejala yang tidak normal/tidak seperti biasanya pada sepeda motor Anda. Sikap demikian akan membantu dan memudahkan Anda untuk mendeteksi kerusakan lebih dini.

 

Cermati kerusakan

Apabila terjadi kerusakan mesin maka perbaikan tidak boleh ditunda lebih lama dengan kata lain harus segera diperbaiki. tapi ingat, jika Anda tidak punya cukup keahlian jangan sekali-sekali membongkar dan memperbaikinya seorang diri. Karena disamping buang waktu dan tenaga, kemungkinan kerusakan bisa jadi akan tambah parah. Lebih baik segera Anda bawa ke bengkel motor.

 

Kerusakan beruntun

Apabila sepeda motor Anda mengalami gejla kerusakan yang berturut-turut dan lebih dari satu sebab,  cara yang paling tepat adalah segera periksa bagian-bagian yang mudah dicapai terlebih dahulu satu per satu, baru kemudian ke bagian-bagian lain. Anda bisa membawanya ke bengkel dengan keterangan yang lengkap, akan memudahkan mekanik untuk memperbaikinya.

 

Kerusakan kecil

Apabila terjadi kerusakan kecil di jalan seperti kerusakan pada mur, bauts, kabel-kabel, kebocoran bensin/oli yang tidak memerlukan pembongkaran mesin yang ruwet maka Anda bisa melakukan perbaikan sendiri. Akan tetapi jika kerusakan yang terjadi mengakibatkan patahnya komponen utama dan memerlukan pembongkaran mesin Anda harus membawanya ke bengkel services. Nah, tak sulit bukan jika Anda mulai mencoba bersahabat dengan kendaraan sendiri, semakin rajin merawat, tentu semakin sedikit biaya yang bakal anda kelurkan.

Ditulis dalam Perawatan motor | Bertanda: , , | Leave a Comment »

Tips setting Klep motor Supra 125

Ditulis oleh andriasdesign di/pada Juli 24, 2009

Tujuan menyetel klep : 
Penyetelan celah katup adalah mutlak harus dilakukan terhadap sepeda motor. Dimaksudkan untuk mempertahankan celah (clearance) antara ujung batang katup dengan ujung baut penyetel katup agar tetap sesuai standar. Tujuannya untuk diperoleh unjuk kerja mesin yang optimal.

Persiapan Alat- alat  yang digunakan:

1. Obeng (+) besar dan (+) sedang

2. Obeng (-) Besar

3. Kunci ´T´ (sok 17mm)

4. Kunci ring 8­9 mm

5. Kunci tapet klep (´L´ klep)

6 filler (bilah ukur)

 

Langkah kerja :

1. Lepaskan sekrup cover tengah dan tebeng sayap dengan menggunakan obeng (+) sesuai ukuran sekrup.

2. Buka tutup pengetopan di blok magnet (beralur obeng (-) minus besar), yang besar dan kecil.

3. Buka tutup klep ( klep IN (atas) dan klep EX (bawah)) yang ada di kepala silinder yang berkepala kunci ring 8 mm.

4. Cari tanda *T*dengan cara memutarkan poros engkol memakai kunci sok T 17mm searah jarum jam sampai didapat tanda ´T´ di magnet lurus dengan tanda penyesuaian di blok magnet.

5. Pastikan kedua klep dalam posisi bebas goyang).

6. Lakukan pengukuran celah klep dengan memasukan filler diantara celah katup dan baut penyetel

7. Apabila filler masuk ke celah tersebut, dan puller didorong kearah depan tidak bisa, tapi saat ditarik bisa tanpa meninggalkan bekas goresan di filler berarti celah klep bagus (standar)

8. Apabila point 7 tidak terjadi, lakukukan langkah berikut :

» longgarkan sedikit demi sedikit mur penyetel klep dengan kunci ring 9 mm sambil menahan baut penyetel klep dengan kunci ’ L ’ stelan klep.

» Masukan puller ke celah klep dan stel dengan memutar stelan klep untuk mendapatkan celah klep yang sesuai dengan ketentuan apabila puller didorong tidak bisa tapi apabila ditarik puller bisa bergeser tanpa meninggalkan bekas di puller.

» Setelah didapat celah standar, tahan baut penyetel klep lalu kencangkan mur pengikat klep dengan kunci ring 9 mm.

» Cek kembali celah klepnya untuk memastikan bahwa klep telah distel dengan baik.

» Setelah didapat penyetelan yang tepat tutup kembali klep dan pastikan pengencangan bautnya benar.

» Pasang kembali cover body kebalikan urutan dari pembongkaran.

Semoga informasi ini membantu anda mengetahui cara penyetelan klep yang sesuai dengan standar kerja bengkel AHASS. Semoga bermanfaat. (kl)

Ditulis dalam Seeting Mesin Supra | Bertanda: , , | Leave a Comment »